berita

Mendikdasmen RI Dijadwalkan Kunjungi PPI AMF Besok

MALANG - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Profesor Abdul Mu’ti dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) di Karangploso, Kabupaten Malang, Minggu (20/9/2026). Kunjungan tersebut direncanakan berlangsung pukul 09.00–11.40 WIB.

 

Rombongan bapak menteri akan tiba di lokasi pada pagi hari. Kedatangan beliau rencananya akan disambut langsung oleh pengasuh, pengurus, para ustadz/ustadzah, serta santri PPI AMF. Penyambutan telah dipersiapkan, termasuk pengaturan lokasi, protokol acara, dan pengamanan.

 

Selama sekitar dua jam 40 menit, menteri akan dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda. Acara diawali dengan penampilan-penampilan santri, mulai dari Tapak Suci, pidato bahasa Inggris, pidato bahasa Arab, dan musikalisasi puisi. Lalu acara akan dilanjutkan dengan forum inspiratif yang akan disampaikan langsung  oleh Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti dengan tema “Nurturing Progressive Leaders for a Global Era” (Menyiapkan Pemimpin Berkemajuan di Era Global).

 

Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar dikenal sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren di kawasan Karangploso, Kabupaten Malang. Nama Abdul Malik Fadjar diabadikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya dalam dunia pendidikan nasional. Karena itu, kunjungan menteri dinilai penting, tidak hanya sebagai kunjungan kerja biasa, tetapi juga sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan keagamaan yang terus berupaya meningkatkan kualitas.

 

Pihak pesantren disebut telah melakukan berbagai persiapan menjelang kedatangan menteri. Persiapan itu meliputi penataan area penyambutan, pengaturan alur acara, koordinasi dengan pihak keamanan, serta kesiapan santri yang akan terlibat. Kegiatan ini khusus dihadiri para santri PPI AMF dan para ustaz/ustazah.

 

Sejumlah pihak berharap kunjungan ini memberikan dampak positif bagi pengembangan pesantren. Selain memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan, kunjungan diharapkan menjadi momentum untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan, penguatan karakter santri, serta perluasan akses dan dukungan bagi lembaga pendidikan di daerah.