berita
- By Wilda Fizriyani
- 13 Dec 2025
- 198
Penelitian Santri PPI AMF Raih Medali Emas dan Perak di Ajang Internasional
MALANG – Penelitian santri Pondok Pesantren Internasional
Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) berhasil meraih medali emas dan perak dalam ajang Indonesia
International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO). Ajang yang
diselenggarakan Indonesia Young Scientist Association (IYSA) ini diikuti oleh
siswa SD, SMP, dan SMA dari berbagai negara.
Sementara itu, tim SMA yang didelegasikan oleh PPI AMF adalah
Thaariq El Haq Bahtiar, Muhammad Kuffih Taqiyuddin, Naufal Azka Fathony,
Khairunnisa Aqila Nurrahima, Lintang Zhafira Nuha, dan Naila Hana Rosyida. Para siswa kelas 10 ini membuat penelitian
yang berjudul “Revitalization of the Javanese Language in the Modern Era
Through a Digital Learning App, Aksara”. Melalui riset ini, Thaariq dan tim
sukses membawa medali perak.
Pembina Kelas Karya Tulis Ilmiah (KTI) PPI AMF, Nabila Almayda mengaku sangat
bangga dengan proses dan hasil yang telah dicapai oleh para santri. Pencapaian
yang mereka raih saat ini menjadi langkah awal yang baik untuk terus berkembang
di masa depan. “Lebih membanggakan lagi, ini adalah event pertama yang
mereka ikuti, dan mereka sudah mampu menunjukkan usaha serta potensi terbaik
mereka,” kata Nabila.
Dari sisi pembinaan, Nabila telah mengenalkan karya tulis
dan strukturnya sejak awal kelas dimulai. Selain itu, dia juga mengajarkan para
santri tentang penulisan artikel ilmiah. Hal ini penting mengingat I2ASPO mengharuskan
pesertanya mengirim karya tulis berbentuk artikel ilmiah.
Di samping itu, para santri terutama tim SMP juga dibimbing cara
menganalisis di laboratorium. Hal ini terutama mengenai cara pembuatan produk eco
gel. Kemudian, mereka juga dibimbing cara mengecek kelembapan, pH, dan light
dari tanah, yang berlangsung selama tujuh hari.

Adapun untuk tim SMA, mereka lebih pada konsultasi terkait desain aplikasi yang diciptkannya. Kemudian, mereka juga meminta masukan konten atau fitur yang perlu masuk dalam aplikasi.
Selanjutnya, Nabila berharap artikel yang disusun para santri dapat dipublikasikan di jurnal bereputasi. “Minimal Sinta. Selain itu, juga next pengen mengikutkan anak-anak ke event-event lain, baik itu tingkat nasional maupun internasional supaya lebih banyak inovasi-inovasi baru yang tercipta,” jelas guru yang sedang menempuh studi doktoral ini.
Rasa bahagia juga ditunjukkan oleh Khairunnisa Aqila
Nurrahima dari tim SMA. Dia tidak menyangka penelitiannya bersama tim dapat
mendapatkan raihan yang cukup tinggi di ajang internasional. Perempuan disapa
Khairunnisa ini juga berharap penelitiannya dapat digunakan di masyarakat.
