berita
- By Wilda Fizriyani
- 17 Dec 2025
- 257
Bersaing dengan Ratusan Siswa, Tiga Santri PPI AMF Raih Medali Perunggu dalam Ajang Olimpiade Sains Nasional 2025
MALANG -- Tiga santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) berhasil mendapatkan medali perunggu dalam Ajang Olimpiade Sains Nasional (AOSN) 2025. Ketiga santri tersebut antara lain Arrizmi Arqie Hakim, Queensa Alsyaira Amesta Sidarta, and Luvena Bellvania Az-Zahra.
Pembina Kelas Olimpiade Matematika PPI AMF, Hasanuddin Jimly Ahmad Zain mengaku bersyukur dan ikut bangga atas pencapaian ini. Lebih dari itu, momentum ini sangat baik untuk diikuti guna mendongkrak motivasi mereka. "Karena kalau tentang lomba, selain persiapan materi, kesiapan mental juga harus diasah," kata pria disapa Jimly ini di PPI AMF, Rabu (17/12/2025).
Menurut Jimly, tujuan awal keikutsertaan dalam ajang ini adalah melatih mental dan menambah jam terbang jelang pelaksanaan Olympicad VIII. Untuk diketahui, ketiga santri yang duduk di bangku SMP ini akan mewakili PPI AMF dalam giat Olympicad di Makassar tahun depan.
Dengan capaian di AOSN, Jimly menilai, ini sudah melampaui target dan memberikan hasil yang membanggakan. Dia berharap ini bisa menjadi awal yang bagus untuk membangun momentum kepercayaan diri santri. "Dan menjadi motivasi untuk selalu berprestasi," jelasnya.
Kebahagiaan juga ikut dirasakan oleh Arrizmi Arqie Hakim selaku salah satu pemenang. Dia mengaku tidak menyangka bisa memperoleh medali perak di giat nasional tersebut. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi santri yang disapa Arqie tersebut.
Arqie menjelaskan, kemenangan ini merupakan pertama kali baginya di bidang matematika. Hal ini terutama di giat yang dilaksanakan di tingkat nasional. Selanjutnya, Arqie berharap bisa belajar lebih baik lagi ke depannya.
Sebagai informasi, AOSN merupakan ajang yang diadakan oleh Sentral Olimpiade. Sentral Olimpiade ini semacam platform penyelenggara kompetisi dan AOSN ini merupakan salah satunya. Selain matematika, ajang ini juga memperlombakan mata pelajaran lain, seperti IPA, bahasa Inggris, kebumian, dan sebagainya.
