berita
- By Wilda Fizriyani
- 13 Dec 2025
- 201
Santri PPI AMF Manfaatkan Kulit Jeruk Jadi Pelembap Tanah
MALANG – Ide dalam
menciptakan sebuah inovasi bisa hadir dari manapun. Hal ini termasuk dari limbah
sampah yang berada di sekitar masyarakat.
Santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar
(PPI AMF) yang terdiri atas Luvena Bellvania Az-Zahra, Cira Araceli Wahyudi,
Selma Karamy Az Zahra, Syafira Aulia Rahma, dan Tsurayya Kamila Ali berhasil
menemukan ide kreatif dari kulit jeruk. Ide ini direalisasikan melalui penelitian
berjudul “Utilization of Orange Peel Waste Based Eco-Gel to Retain Moisture
in Dry Soil”. Berkat riset tersebut, para siswa SMP Abdul Malik Fadjar
tersebut berhasil mendapatkan medali emas dalam ajang Indonesia International
Applied Science Project Olympiad (I2ASPO).
Perwakilan tim, Luvena Bellvania Az-Zahra menjelaskan, ide
penelitian ini bermula dari sampah kulit jeruk yang sering kali terbuang di masyarakat.
Dengan riset yang mendalam, timnya menemukan bahwa kulit jeruk memiliki kandungan
pektin. Salah satu manfaat kandungan ini adalah memberikan kelembapan.
Perempuan disapa Luve ini melihat kandungan pektin pada jeruk
bisa dimanfaatkan untuk tanah di Indonesia. “Kita sadar tanah di Indonesia
mulai mengering. Inovasi-inovasi produk baru kami bisa menjaga kestabilan
kelembapan tanah,” ungkapnya di PPI AMF, Sabtu (13/12/2025).
Adapun pemilihan gel sebagai produknya, Luve mengaku ini
berdasarkan hasil pengamatannya di lingkungan sekitar. Dia terinspirasi dari
penggunaan gel pada silica sepatu. Dari situ, Luve dan tim berinisiatif membuat
eco-gel berbasis sampah kulit jeruk
Untuk penerapannya, gel tersebut cukup diaduk pada tanah kering yang dituju. “Dalam tujuh hari ketahuan kalau dengan produk kita, tanahnya tetap lembap,” jelas perempuan asal Kediri ini.

Pada kesempatan terpisah, Pembina Kelas Karya Tulis Ilmiah
(KTI) PPI AMF, Nabila Almayda mengaku sangat bangga dengan proses dan hasil
yang telah dicapai oleh para santri. Pencapaian yang mereka raih saat ini
menjadi langkah awal yang baik untuk terus berkembang di masa depan. “Lebih
membanggakan lagi, ini adalah event pertama yang mereka ikuti,
dan mereka sudah mampu menunjukkan usaha serta potensi terbaik mereka,” kata
Nabila.
Dari sisi pembinaan, Nabila telah mengenalkan karya tulis
dan strukturnya sejak awal kelas dimulai. Selain itu, dia juga mengajarkan para
santri tentang penulisan artikel ilmiah. Hal ini penting mengingat I2ASPO
mengharuskan pesertanya mengirim karya tulis berbentuk artikel ilmiah.
Di samping itu, para santri terutama tim SMP juga dibimbing
cara menganalisis di laboratorium. Hal ini terutama mengenai cara pembuatan
produk eco gel. Kemudian, mereka juga dibimbing cara mengecek
kelembapan, pH, dan light dari tanah, yang berlangsung selama
tujuh hari.
